Ahlan Wa Sahlan

IQRO ( BACALAH )

Bacalah dirimu, Bacalah dari apa engkau dijadikan

Bacalah kejadian demi kejadian, Bacalah masa lalu, dan apa-apa yang ditinggalkan, Bacalah masa kini, dan apa-apa yang ada disekitarmu, Bacalah masa yang akan datang dan apa-apa yang akan dan tentu terjadinya.

Sungguh ALLOH telah memberimu berlimpah-limpah, dan tegak kanlah kebenaran itu dengan daya juang yang tak kenal payah dan henti ( sabar),......................

Selamat datang ana ucapkan kepada akhi dan ukhti, semoga apa yang tertulis di blog ini bermanfaat bagi kita dalam menSyiarkan Islam, serta sebagai media bagi kita untuk saling bersilaturahmi.

Kritik dan saran dapat di sampaikan ke is.majid@gmail.com

Wassalam

AddThis

Bookmark and Share

Jumat, 15 Februari 2008

Indahnya Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan kita…
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu…mempelai sangat dimanjakan……

mandipun…harus dimandikan

Seluruh badan kita terbuka….
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu…
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkanBahkan lubang ? lubang itupun ditutupi kapas putih…
Itulah sosok kita….
Itulah jasad kita waktu itu
Setelah dimandikan…..
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu … jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama KafanWewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah…. tataplah. ..itulah wajah kita
Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga

Serta rasa haru para handai taulan
Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan yang tlah tiba duluan…

Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
dan akhirnya…. .
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupanMalam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika langkah - langkah kaki tlah pergi….
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan…..
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima…..

Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…
Tapi….tapi ….sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Wahai Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat.. ..
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga

Aku berdo’a…semoga kita bisa khusnul khotimah sehingga jadi ahli syurga.
Amien….

Sumber http://wahonot.wordpress.com

7 Comments:

Bunda Nayla said...

Artikel yg bagus banget,membuat kita ingat akan kematian.makasih ya eyang udh sharing....jadi sedih bacanya.

Bunda Azra said...

kirain bunda....malam pertama setelah merit ga taunya malam pertama ketemu Kekasih yg sesungguhnya, sama-sama merinding....kalau malam pertama setelah merit, merinding enak hihi...kalau malam pertama dalam kematian merinding serem...ngebayanginnya, makasih...postingannya buat nambah perenungan.

biaca said...

Asl..nangis mbacanya.......

walau berulang-ulang......

ingat mati

ingat bagaimana nasib diir ini nanti

setelah ditinggal pergi

oleh anak istri

dan tinggal sendiri

meratapi diri

biaca said...

Asl..kenapa binun mas? oiya positngan ini sy dapet dari blog mas Yudistira, trus tgl 14 kemaren udah sy posting, tapi blom dipublish....truss tadi baru sy publish...ehe..ternyata sama..ehe..

nggak pa2 yg penting buat dakwah mas.
sama2 nyebarin kebaikan..ya nggak ?

salam persahabatn slalu mas Ismajid.

ARai said...

Mantap Oom utad..smoga kita semua dalam golongan yg masuk Syurganya Allah..amiin

Amalia Hazen said...

amin...
Kematian adalah pintu untuk bertemu Pencipta..
Bila kerinduan itu telah menyelimuti hati... maka hal ini dinanti bersama karunia-Nya

Mama Shasa Shahira said...

Makasih postingannya.. bagus banget buat perenungan.. kadang kita suka terlupa bahwa ada hidup setelah kematian menjemput.. iih.. syerem.. jd tersadar.. masih banyak dosa.. dan belum bisa bersikap baik..