Ahlan Wa Sahlan

IQRO ( BACALAH )

Bacalah dirimu, Bacalah dari apa engkau dijadikan

Bacalah kejadian demi kejadian, Bacalah masa lalu, dan apa-apa yang ditinggalkan, Bacalah masa kini, dan apa-apa yang ada disekitarmu, Bacalah masa yang akan datang dan apa-apa yang akan dan tentu terjadinya.

Sungguh ALLOH telah memberimu berlimpah-limpah, dan tegak kanlah kebenaran itu dengan daya juang yang tak kenal payah dan henti ( sabar),......................

Selamat datang ana ucapkan kepada akhi dan ukhti, semoga apa yang tertulis di blog ini bermanfaat bagi kita dalam menSyiarkan Islam, serta sebagai media bagi kita untuk saling bersilaturahmi.

Kritik dan saran dapat di sampaikan ke is.majid@gmail.com

Wassalam

AddThis

Bookmark and Share

Rabu, 16 April 2008

Yang Ter Cinta

Yang Tercinta

Bayi terlahir dengan tangis, dan ibu tersenyum dengan cinta, mampukah kita tiada dengan senyuman dan yang di tinggalkan menangis karena cinta ?

Pernahkah kita jatuh cinta ?

mungkin hampir setiap orang pernah merasakannya walau cuma sesaat, dan disaat rasa itu muncul segala bahasa terhenti seketika, ada apa dengan nya ? apakah rasa sayang juga merupakan cinta ?

Manusia hanya bisa memberikan satu kata, padahal rasanya jelas berbeda, cobalah kita rasakan perbedaan cinta kepada orang tua dengan cinta kepada anak dengan cinta kepada istri atau pacar dan lain-lain.

Rasanya jelas berbeda tapi kata yang bisa menggambarkan hanya satu yaitu cinta.

Cinta memiliki bahasa yang sangat universal yaitu rasa.

Rasa terkadang tidak memerlukan kata maupun nada, dia tercipta begitu saja.

Sebuah senyuman dari orang yang kita cintai jauh lebih bermakna dari pada seribu kata indah dari orang yang kita benci.

Cinta mampu mencuri waktu, tatkala kita sedang bersama orang yang kita cintai tampak waktu berlalu begitu cepat.

Cinta juga mampu menghilangkan jarak. Jarak yang berlaku sebagai penghalang justru mampu menyemai rindu.

Apapun yang tercipta dari sebuah cinta akan nampak selalu indah.

Ketika orang yang kita cintai meminta jarang kita mengabaikannya, dan jarang pula kita mengerjakan sesuatu yang dibenci orang yang kita cintai, oleh karena itu berjalanlah atas nama cinta

Pernahkah kita mencintai ALLOH sama seperti kita mencintai yang lain bahkan lebih ?

Jika ya seharusnya cinta kita juga mampu meniadakan ruang dan waktu, yaitu rasa ingin selalu bersamaNya

Ketika nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat, saat ruku beliau lama sekali begitu juga ketika i'tidal , sujud, duduk diantara 2 sujud. Lalu apa yang dibaca beliau sampai begitu lama ?

Banyak hadist bertebaran mengenai bacaan gerakan tersebut tetapi tidak ada yang panjang , lalu apa yang di baca Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassallam tersebut ?

Sebenarnya kita yang aneh dalam menyikapinya, mengapa kita selalu mempertanyakan apa yang di baca beliau bukannya mempertanyakan apa yang dirasakan beliau.

Apakah dengan mengungkapkan rasa syukur dan tunduk beliau kepada Allah SWT harus dengan kata-kata.

Kata-kata apa yang bisa menjebatani seorang bayi dan seorang ibu, kata-kata apa yang mewakili seorang pawang dengan binatang peliharaannya , kata-kata apa yang diungkapkan petani kepada tanamannya, tidak ada kecuali rasa cinta.

Walaupun cinta tidak mengenal logika tetapi keberadaanya selalu disandingkan dengan adanya sesuatu, seperti cinta kita kepada orang lain. Karena kita menggunakan indera mata, dan dari mata turun ke hati, atau kita mengenal sesorang dari telepon misalnya, dari seringnya komunikasi walupun tidak pernah bertemu, lama kelamaan timbulah rasa cinta.

Dengan menggunakan indera telinga dan ini juga berlaku bagi orang buta dimana mereka membayangkan atau menggambarkan orang yang di cintainya tersebut lewat imaginasi.

Bisa disimpulkan secara sederhana bahwa cinta memang memerlukan objek yang berwujud atau kita mengetahui keberadaannya dan mampu diraih oleh indera kita.

Lalu bagaimana cara kita mencintai Allah SWT yang tidak mampu diraih oleh indera kita ?

Marilah kita mulai dari sesuatu yang sederhana ,

Pernahkan kita berdialog dengan Allah dalam bahasa kita sehari-hari, seperti kita berdialog dengan Ayah, atau ibu atau orang-orang yang kita cintai.

Cobalah tinggalkan segala formalitas sehabis sholat atau sebelum sholat duduklah dengan santai dan tenang tutup mata diam sejenak tidak usah membaca apa-apa tapi rasakan kehadirannya pelan tapi pasti lalu mulailah dialog dengan membaca syahadat lalu salam kepada Nabi Muhammad lewat salawat kemudian berceritalah kepadaNya

" Ya Allah, saya telah berusaha ya Rab tetapi kenapa orang selalu memusuhi saya padahal tali silturahmi pun sudah hambamu ini lakukan , Rab engkaulah yang maha menggerakkan hati ya Rab .........dan seterusnya "

Jika kita sering berdialog denganNya maka akan semakin tinggi rasa ketergantungan kita denganNya dan ketika semakin tinggi rasa ketergantungan kita denganNya ...

Semakin seringlah kita mengingatNya baik dalam keadaan duduk, berdiri, berbaring atau bekerja

" ya Allah....ya Allah.....ya Allah ............."

Dan inilah yang dinamakan zikir sejati yang akan melahirkan cinta (Mahabbatullah) guna mencapai kedekatan denganNya (Makrifatullah)

Cinta memang sukar di gambarkan tapi semua orang pernah merasakan dan Allah sedang menanti cinta kita

0 Comments: